Batam – Beredarnya potongan rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menampilkan Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe B Batam, Zaky Firmansyah, bersama salah satu pegawai pada Rabu (27/11), menuai perhatian publik. Menanggapi hal tersebut, Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea dan Cukai Batam memberikan klarifikasi untuk meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat.
Kepala Bidang Bimbingan Kepatuhan dan Layanan Informasi (BKLI) Bea Cukai Batam, Evi Octavia, menegaskan bahwa dalam peristiwa tersebut tidak terjadi penganiayaan sebagaimana isu yang beredar di media sosial.
“Terkait video CCTV yang beredar tersebut, perlu kami sampaikan bahwa tidak ada penganiayaan. Saat itu Bea dan Cukai Batam sedang melakukan beberapa pemeriksaan terhadap sejumlah kasus yang harus ditangani secara cepat dan marathon,” ujar Evi dalam keterangan resminya, Rabu (17/12/2025).
Evi menjelaskan, pada saat kejadian, tim penyidik tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap salah satu kasus hasil penindakan. Mengingat urgensi penanganan perkara serta batas waktu yang ketat, seluruh personel diminta bekerja secara fokus di aula pemeriksaan yang telah ditentukan.
Dalam situasi dengan tekanan kerja yang tinggi tersebut, Kepala Kantor memberikan arahan langsung kepada penyidik agar pemeriksaan berjalan sesuai prosedur dan target waktu. Namun, terdapat instruksi yang tidak diindahkan oleh salah satu penyidik, sehingga memicu teguran keras dari pimpinan.
“Teguran tersebut merupakan bentuk pembinaan dan pengingat atas tanggung jawab besar yang sedang diemban. Tindakan yang terekam CCTV merupakan spontanitas atasan dalam memberikan pembinaan kedisiplinan, bukan tindakan penganiayaan,” jelas Evi.
KPU Bea Cukai Batam juga memastikan bahwa persoalan tersebut telah diselesaikan secara internal dan kekeluargaan pada hari yang sama. Kedua belah pihak telah saling memahami dan berkomitmen untuk memperbaiki komunikasi serta kinerja ke depan.
“Operasional pelayanan dan pengawasan Bea Cukai Batam tetap berjalan normal. Kami juga akan mendalami terkait kebocoran video CCTV yang beredar, apakah berasal dari pihak internal atau eksternal,” pungkasnya. (Reza)




