Pengawasan K3 Dipertanyakan, Proyek RS Awal Bros Batam Tanpa Kepastian Tindakan

Batam — Pengawasan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) pada proyek pembangunan Rumah Sakit Awal Bros Batam kembali menuai sorotan. Temuan pekerja konstruksi yang beraktivitas di ketinggian tanpa alat pelindung diri (APD) hingga kini belum diikuti penjelasan maupun tindakan tegas dari instansi berwenang maupun manajemen rumah sakit.

Sebelumnya, media telah meminta klarifikasi kepada Kepala Bidang Disnaker Kota Batam, Yudi. Ia menyampaikan bahwa delapan poin pertanyaan terkait pengawasan K3 merupakan kewenangan pengawas ketenagakerjaan Disnaker Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (29/1).

Namun, upaya konfirmasi lanjutan kepada Kepala Disnaker Provinsi Kepulauan Riau, Diky Wijaya, tidak membuahkan hasil. Hingga berita ini diterbitkan, pesan WhatsApp yang dikirim media belum mendapatkan tanggapan.

Sikap tidak responsif juga ditunjukkan pihak manajemen proyek. Direktur RS Awal Bros, dr. Widia, belum memberikan jawaban atas permintaan klarifikasi mengenai peran dan tanggung jawab pemilik proyek dalam menjamin keselamatan pekerja konstruksi di area pembangunan rumah sakit.

Ironisnya, di lokasi proyek terlihat papan dan spanduk bertema keselamatan kerja terpasang secara mencolok. Namun, kondisi di lapangan menunjukkan sejumlah pekerja tetap bekerja tanpa helm keselamatan, rompi reflektif, maupun sabuk pengaman, meski berada di area berisiko tinggi.

Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai sejauh mana penerapan K3 dijalankan secara nyata, bukan sekadar formalitas administratif. Padahal, regulasi ketenagakerjaan menegaskan bahwa tanggung jawab keselamatan kerja melekat pada kontraktor sekaligus pemilik proyek, bukan hanya pada pelaksana teknis di lapangan.

Hingga kini, belum ada keterangan resmi apakah pengawas K3 dari Disnaker Provinsi Kepulauan Riau telah melakukan inspeksi ke lokasi proyek, maupun langkah yang akan diambil jika ditemukan pelanggaran. Situasi ini memicu kekhawatiran akan lemahnya perlindungan negara terhadap keselamatan pekerja, terlebih proyek tersebut merupakan pembangunan fasilitas layanan kesehatan.

Media masih membuka ruang hak jawab dan menunggu penjelasan resmi dari Disnaker Provinsi Kepulauan Riau serta manajemen RS Awal Bros Batam. (Red)

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Sosial Media AMS
Dapatkan notifikasi berita terbaru dari amsnews.id dengan mengisi form berikut:

Mau bisnis makin dikenal? Yuk pasang iklan di sini!

Langsung kontak kami:

081372063300

error: Content is protected !!