Batam — Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite yang berlangsung selama tiga hari terakhir di kawasan Pelabuhan Sagulung, Kota Batam, melumpuhkan aktivitas masyarakat pesisir dan para penambang boat. Rabu, 22 April 2026.
Puluhan boat tampak terparkir di pelabuhan tanpa aktivitas. Para awak boat mengaku tidak dapat melaut maupun melayani penyeberangan akibat ketiadaan pasokan BBM.
“Kami tidak bisa bekerja, minyak tidak ada. Semua boat parkir. Penumpang dari Batam ke Pulau Buluh dan Pulau Bulang juga tidak bisa menyeberang,” ujar Herman, salah satu penambang di lokasi, Rabu (22/4/2026).
Kelangkaan ini tidak hanya menghentikan aktivitas ekonomi, tetapi juga mengganggu mobilitas warga pulau yang bergantung pada transportasi laut. Sejumlah warga mengaku kesulitan kembali ke kampung halaman maupun memenuhi kebutuhan pokok di Batam.
Selama ini, distribusi BBM ke wilayah pulau dilakukan melalui SPBU menggunakan kendaraan pickup, kemudian disalurkan kepada pemilik boat berdasarkan surat rekomendasi. Namun dalam beberapa hari terakhir, distribusi tersebut dilaporkan terhenti tanpa kejelasan.
Akibatnya, operasional penambangan dan transportasi laut lumpuh. Warga Pulau Buluh dan Pulau Bulang mulai merasakan dampak langsung, termasuk kesulitan bekerja dan bersekolah.
“Kalau kondisi ini terus berlanjut, kami bisa terdampar. Anak-anak sekolah tidak bisa berangkat, warga juga tidak bisa belanja kebutuhan,” keluh warga lainnya.
Masyarakat mempertanyakan penyebab kelangkaan tersebut dan mendesak pemerintah serta pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk memulihkan distribusi BBM.
Hingga berita ini diterbitkan, Kadishub Kota Batam belum ada memberikan tanggapan meski telah diupayakan konfirmasi.
Penulis : Topan
Editor : Reza




