Batam – Nelayan pesisir pantai pulau putri kembali keluhkan keberadaan Tongkang Harbour Jupiter dimana beberapa susunan muatan Tongkang tersebut sangat membahayakan keselamatan nelayan di sekitar lokasi dan beberapa dari mutan tongkang tersebut telah terjatuh ke laut dan menghantam terumbu karang wilayah ruang lingkup tangkap nelayan. Kamis 1 Januari 2025
Menurut informasi yang di terima Ranting HNSI Nongsa dari beberapa nelayan yang saat itu berada di lokasi, muatan kapal tersebut terjatuh sejak tgl 31 Desember 2025, Sehingga para nelayan tersebut tidak berani melakukan aktivitas di sekitar lokasi karena sangat berpotensi tertimpa muatan kapal yang sudah sangat miring.
Menanggapi adanya laporan nelayan, Heri Santoni selaku Ketua Ranting HNSI Nongsa bersama Bernard F Gultom Wakil Ketua DPD HNSI Provinsi Kepri langsung turun kelokasi untuk melakukan pantauan dan investasi langsung dan melakukan komunikasi dengan pihak kapal tersebut.
Heri Santoni menghimbau kepada seluruh nelayan agar tidak melakukan kegiatan maupun aktivitas di sekitar area Tongkang Harbour Jupiter karena sangat berpotensi tertimpa muatan kapal.
” Muatan kapal tongkang tersebut sudah sangat miring dan beberapa diantaranya telah jatuh ke laut, saya harap para nelayan kita untuk saat ini Jagan melakukan aktivitas di sekitar area tersebut demi keselamatan, terkait dengan tindak lanjut, masih kita upayakan kordinasi dengan pemilik dan pelaporan juga sudah kita layangkan pada pihak penegak hukum ” Tegas Heri Santoni
Selain itu, Hal senada juga disampaikan Bernard F Gultom selaku wakil Ketua DPD HNSI Provinsi Kepri, dalam penjelasannya beliau berharap pada seluruh nelayan agar meninggalkan areal tersebut demi keselamatan.
” Saya berharap pihak pihak yang bersengketa dapat bertanggung jawab atas kerusakan alat tangkap nelayan dan kerusakan terumbu karang di ruang lingkup tangkap nelayan, karena seperti yang kita ketahui untuk saat ini wilayah tangkap nelayan sudah semakin menyempit di kota Batam yang disebabkan oleh salah satunya reklamasi pantai, pemotongan lahan dihulu, sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan ke wilayah tangkap nelayan dan kerusakan kerusakan hutan mangrove yang di sebabkan limbah limbah pemurnian material material tertentu ” Ujar Bernard F Gultom
Sebelumnya Kapal Tongkang Harbour Jupiter tersebut terlibat insiden tabrakan dengan MV. CMA CGM NIAGARA pada 25/12/25 lalu. Sehingga Kapal tersebut terpaksa harus di dorong ke pinggiran pantai demi keselamatan muatan kapal tersebut.
Setelah insiden tersebut para nelayan pesisir pantai terganggu aktivitasnya sehari hari disebabkan Tongkang Harbour Jupiter yang berada di ruang lingkup tangkap nelayan dan sudah menghantam terumbu karang di ruang lingkup tangkap nelayan.
Disisi lain, Tim HNSI Ranting Nongsa telah melakukan upaya kordinasi dengan pihak pemilik kapal tersebut agar bertanggung jawab terhadap nelayan yang telah dirugikan.
Menurut informasi dari beberapa nelayan yang berada dilokasi, kapal tersebut sengaja didorong ke pinggiran pantai pulau putri menggunakan dua kapal takbout sehingga tersandar di atas terumbu karang pantai pulau putri.
Hingga berita ini diterbitkan, Kapal Harbour Jupiter yang mengangkut puluhan kontainer tersebut masih tersangkut di atas terumbu karang dalam kondisi miring dan beberapa muatan kapal telah jatuh ke laut dan menghantam terumbu karang.




