BATAM – Direktorat Kepatuhan Internal (Patnal) Direktorat Jenderal Imigrasi tengah mendalami dugaan praktik pungutan liar (pungli) terhadap warga negara asing (WNA) di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam. Kamis (2/4/2026).
Kasubdit Patnal Ditjen Imigrasi, Washington Napitupulu, menyampaikan bahwa pemeriksaan masih berlangsung terhadap sejumlah oknum petugas yang diduga terlibat. Sebagai bagian dari proses tersebut, Direktur Jenderal Imigrasi telah menarik sementara Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam, Hajar Aswad, beserta beberapa petugas lainnya.
“Penarikan ini untuk mempermudah pemeriksaan lebih lanjut. Saat ini jabatan Kepala Kantor diisi oleh pelaksana harian (PLH),” ujar Washington, Kamis (2/4/2026).
Ia juga mengungkapkan bahwa hingga kini sudah delapan orang petugas yang diperiksa dalam kasus tersebut.
Sementara itu, agen atau calo yang diduga terlibat telah masuk daftar hitam (blacklist) Imigrasi.
“Jika nanti terdapat laporan resmi dari korban, maka penanganannya dapat dilanjutkan ke pihak kepolisian,” tambahnya.
Desakan Pencopotan Kepala Imigrasi
Terpisah, Walikota Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Batam, Herry Sembiring, mendesak Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, untuk mencopot Kepala Kantor Imigrasi Batam secara definitif.
Menurutnya, dugaan pemerasan terhadap wisatawan mancanegara telah mencoreng citra pariwisata daerah, khususnya Kepulauan Riau, bahkan Indonesia secara umum.
“Pimpinan harus bertanggung jawab. Ini menyangkut wajah pelayanan di pintu masuk negara,” ujar Herry.
Ia menilai lemahnya pengawasan internal menjadi salah satu faktor terjadinya dugaan pungli di area yang seharusnya menjadi garda terdepan pelayanan terhadap wisatawan.
Selain itu, Herry meminta agar investigasi dilakukan secara menyeluruh dan hasilnya diumumkan secara transparan kepada publik.
“Keterbukaan penting agar masyarakat percaya bahwa penanganan kasus ini dilakukan secara serius dan tuntas,” tegasnya.
Sorotan Publik di Media Sosial
Kasus ini juga memicu reaksi dari masyarakat di media sosial. Dalam akun TikTok AMSBatam, sejumlah netizen menyampaikan kritik terhadap dugaan praktik pungli yang dinilai berdampak pada sektor pariwisata.
Akun @EkomorganHTB menuliskan, “jangan gampang kau minta maaf gara gara oknum imigrasi jadi pariwisata di Batam jadi sepi pengunjung datang ke kota Batam ini, sedangkan pemerintah kota Batam sedang promosikan Batam ini ke pelancong ASEAN.”
Sementara itu, akun @Jepri Andika juga menyoroti keberadaan calo di kawasan pelabuhan dengan komentar, “Habisi calo tiket di Batam Centre biar aman.”
Dampak terhadap Pariwisata
Kasus dugaan pungli ini dikhawatirkan berdampak pada tingkat kunjungan wisatawan asing, khususnya dari Singapura yang selama ini menjadi salah satu penyumbang terbesar wisatawan ke Batam.
Sejumlah pihak berharap proses investigasi dapat segera rampung agar kepercayaan wisatawan pulih dan citra Batam sebagai pintu gerbang pariwisata Indonesia tetap terjaga.
Penulis : Topan
Editor : Reza




