Kekerasan di Tempat Hiburan Malam Batam: Apa yang Terjadi di Hall VG Club Pacific?

 

Batam – Keamanan tempat hiburan malam (THM) kembali menjadi sorotan publik. Kali ini, VG Club Pacific Batam disorot menyusul dugaan kasus pemukulan dan pengeroyokan terhadap pengunjung yang terjadi di hall diskotik tersebut. Insiden ini memunculkan pertanyaan serius terkait sistem pengamanan internal dan tanggung jawab manajemen dalam menjamin keselamatan pengunjung.

Sejumlah awak media yang tergabung dalam gabungan media online Batam menilai VG Club Pacific kini tak lagi sekadar menjadi pusat hiburan malam, melainkan mulai dicap sebagai lokasi rawan kekerasan. Sorotan semakin tajam lantaran korban pengeroyokan diketahui merupakan seorang jurnalis aktif, yang saat kejadian tengah menemani tamunya di area hall VG Club Pacific.

Insiden kekerasan tersebut terjadi di ruang publik berizin yang seharusnya berada di bawah pengawasan ketat pihak pengelola, termasuk keberadaan petugas keamanan dan kamera pengawas (CCTV). Namun hingga kini, manajemen VG Club Pacific dinilai minim respons dan terkesan abai, sehingga memicu keresahan di tengah masyarakat.

Pada Kamis (1/1/2025) sekitar pukul 19.45 WIB, tim gabungan media mendatangi langsung VG Club Pacific Batam guna meminta klarifikasi resmi. Namun di lokasi, awak media tidak berhasil menemui pihak manajemen dan hanya bertemu seorang pekerja yang mengaku sebagai Kapten Waiter/Waitress bernama Aan.

“Manajemen belum bisa menemui awak media dan keberatan memberikan kontak person manajemen dengan alasan sedang libur Tahun Baru,” ujar Aan singkat.

Ketiadaan pernyataan resmi dari pihak pengelola semakin memperkuat dugaan lemahnya komitmen manajemen VG Club Pacific dalam menyikapi kasus kekerasan yang terjadi di area usahanya. Padahal, insiden ini telah menjadi perhatian luas dan diberitakan oleh berbagai media online di Batam.

Manajemen VG Club sempat mengklaim bahwa pelaku pemukulan bukan merupakan karyawan resmi. Namun pernyataan tersebut bertolak belakang dengan pengakuan korban dan sejumlah saksi, yang menyebutkan bahwa pelaku justru mengaku sebagai petugas keamanan VG Club saat kejadian berlangsung.

Seorang sumber yang enggan disebutkan identitasnya mengungkapkan bahwa sosok yang diduga sebagai pelaku hampir setiap malam terlihat berada di area VG Club.

“Katanya memang bukan petugas keamanan internal, bang. Tapi hampir tiap malam ada di situ, sudah seperti tempat nongkrongnya,” ungkap sumber tersebut.

Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran serius, mengingat tempat hiburan malam merupakan lokasi yang rawan gesekan antar pengunjung dan membutuhkan sistem pengamanan profesional, tegas, dan bertanggung jawab. Jika dugaan ini terbukti benar, maka potensi korban berikutnya bisa menimpa siapa saja.

Ironisnya, meski kasus dugaan pengeroyokan mencuat ke publik, VG Club Pacific Batam masih tetap beroperasi seperti biasa. Situasi ini dinilai janggal, mengingat jumlah petugas pengamanan di lokasi tersebut disebut cukup banyak dan berlapis.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen VG Club Pacific Batam belum memberikan klarifikasi resmi. Tim gabungan media menegaskan akan terus memantau dan mengawal perkembangan kasus ini, demi memastikan adanya kejelasan hukum serta menjamin rasa aman dan kenyamanan masyarakat yang berkunjung ke tempat hiburan malam di Kota Batam. (tim)

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Sosial Media AMS
Dapatkan notifikasi berita terbaru dari amsnews.id dengan mengisi form berikut:

Mau bisnis makin dikenal? Yuk pasang iklan di sini!

Langsung kontak kami:

081372063300

error: Content is protected !!