Emerson Tarihoran Soroti Pentingnya Verifikasi dalam Pemberitaan Ahmad Rosano

AMSNews | Batam — Wartawan senior Kota Batam, Emerson Tarihoran, menyoroti pentingnya prinsip verifikasi dan keberimbangan dalam praktik jurnalistik menyusul polemik pemberitaan terkait Ahmad Rosano yang sebelumnya disebut akan dilantik sebagai Staf Deputi I Kantor Staf Presiden (KSP).

Menurut Emerson, sejumlah pemberitaan yang beredar pada Sabtu (23/5/2026) menyebut Ahmad Rosano akan dilantik oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari KSP pada Senin (25/5/2026). Namun, informasi tersebut kemudian dibantah secara resmi oleh pihak KSP.

“Persoalan utamanya bukan pada sosok Ahmad Rosano semata, tetapi bagaimana media menyajikan informasi yang belum terverifikasi secara utuh seolah-olah sudah menjadi fakta final,” kata Emerson kepada AMSNews di Batam, Selasa (27/5/2026).

Ia menilai, pola pemberitaan semacam itu berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di tengah publik apabila informasi yang berkembang belum sepenuhnya terverifikasi secara menyeluruh.

Menurut Emerson, dalam praktik jurnalistik profesional, wartawan wajib memisahkan fakta dengan opini pribadi. Ia menegaskan bahwa media tidak boleh menjadi alat pembentukan citra bagi tokoh tertentu ataupun kepentingan kelompok tertentu.

“Ketika media mulai kehilangan independensi dan justru ikut membangun narasi demi kepentingan tertentu, maka yang muncul adalah jurnalisme advokasi atau jurnalisme partisan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, dalam diskursus etik jurnalistik, terdapat berbagai pendekatan pemberitaan yang dapat memengaruhi cara publik memahami suatu isu. Karena itu, proses cek dan ricek menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas informasi.

“Akibatnya, publik tidak mendapatkan informasi yang utuh dan objektif,” tambahnya.

Emerson juga menyoroti klarifikasi resmi dari Kantor Staf Presiden yang membantah kabar pengangkatan Ahmad Rosano sebagai staf atau tenaga ahli KSP.

Dalam klarifikasi tersebut, KSP menegaskan bahwa Ahmad Rosano tidak sedang menjalani proses rekrutmen maupun pengangkatan di lingkungan KSP.

Selain itu, Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, disebut tidak mengenal sosok yang diberitakan tersebut.

KSP juga menjelaskan bahwa Deputi I KSP membidangi politik, hukum, dan keamanan, bukan investasi sebagaimana yang diberitakan sejumlah media.

“Ini menunjukkan pentingnya proses cek dan ricek sebelum sebuah informasi dipublikasikan secara luas,” kata Emerson.

Mengutip prinsip jurnalistik yang pernah disampaikan pendiri Kompas, Jakob Oetama, Emerson menegaskan bahwa pers harus tetap berpegang pada prinsip dasar jurnalistik.

“Opinion is free, facts are sacred. Opini itu bebas, tetapi fakta harus dijaga kesuciannya,” ujarnya.

Menurut dia, media memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga kepercayaan publik melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan berdasarkan verifikasi.

Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, Emerson mengingatkan agar insan pers tidak terjebak dalam framing yang dapat mengaburkan substansi informasi.

“Wartawan harus tetap berdiri di atas fakta, bukan menjadi bagian dari kepentingan tertentu. Karena ketika media kehilangan kepercayaan publik, maka yang dipertaruhkan bukan hanya reputasi pers, tetapi juga kualitas demokrasi,” tutupnya.

Sementara itu, saat AMSNews melakukan upaya konfirmasi kepada Ahmad Rosano, beliau hanya membalas singkat dan hanya membalas ucapan, namun tidak menerangkan empat poin pertanyaan.

“Terima kasih, Selamat Hari Raya Idul Adha, salam buat keluarga,” balasnya melalui pesan WhatsApp, Rabu, 27/5/2026.

Redaksi AMSNews membuka ruang hak jawab sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Pers.

 

Penulis : Topan

Editor : Reza

Baca Juga:

2 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Sosial Media AMS
Dapatkan notifikasi berita terbaru dari amsnews.id dengan mengisi form berikut:

Mau bisnis makin dikenal? Yuk pasang iklan di sini!

Langsung kontak kami:

081372063300

error: Content is protected !!