JAKARTA, 15 Desember 2025 — Relawan Perempuan dan Anak (RPA INDONESIA) hari ini kembali mendatangi Kementerian Luar Negeri (KEMENLU) RI.
Kedatangan ini bertujuan untuk menindaklanjuti dan mempertanyakan nasib para Pekerja Migran Indonesia (PMI) korban Human Trafficking (perdagangan manusia) yang laporannya diterima oleh RPA INDONESIA.
Kasus-kasus ini tersebar di Kamboja, Myanmar, China, dan Irak.
Perhatian khusus disorot pada kasus PMI di Irak, IKA ARSAYA JALA. Sejak berada di Shelter KBRI Baghdad, komunikasi Ika dengan pihak keluarga di Indonesia dilaporkan terputus. Pihak keluarga menyatakan kecemasan mendalam dan sangat mengharapkan informasi terkini mengenai kondisi dan nasib IKA ARSAYA JALA.
Ketua Umum RPA INDONESIA, Jeannie Latumahina, mendesak KEMENLU RI dan KBRI Baghdad agar secepatnya mengambil langkah nyata untuk memproses dan memfasilitasi deportasi IKA ARSAYA JALA dari Irak kembali ke Indonesia dengan selamat.
Harapan senada turut disampaikan oleh perwakilan DPP RPA INDONESIA: Yusuf Pradika, Zidan, Marni, dan Paulus Tutuarima.
Mereka berharap penuh agar KEMENLU RI dan KBRI di Kamboja, Myanmar, maupun China dapat memberikan bantuan maksimal dalam proses pemulangan PMI korban Human Trafficking yang telah melapor kepada RPA INDONESIA, memastikan mereka semua dapat tiba di Tanah Air dengan selamat.




