Batam – Puluhan nelayan Nongsa yang tergabung dari berbagai kelompok nelayan kembali mengunjungi Pelabuhan Tongkang Jupiter yang telah merusak ruang lingkup penangkapan nelayan dan hingga saat ini masih berada di atas kawasan penangkapan nelayan, Rabu 7 Januari 2026.
Kedatangan puluhan nelayan tersebut bertujuan untuk menyampaikan sikap atas rusaknya ruang lingkup penangkapan ikan yang disebabkan oleh Pelabuhan Tongkang Jupiter.
Adapun pernyataan sikap yang disampaikan Ismail yang di tunjuk menjadi juru bicara nelayan berupa;
1. Kami sangat membantu membantu /pemindahan muatan kapal Pelabuhan Tongkang Jupiter demi keselamatan muatan kapal.
2.Setelah selesai mengomunikasikan terhadap paket Pelabuhan Tongkang Jupiter tersebut, Kami meminta agar KSOP Khusus Batam dan Instansi yang terkait melakukan tersingkir terhadap Kapal Pelabuhan Tongkang Jupiter, Hingga permasalahan dengan nelayan yang di rugikan selesai dan terselesaikan.
3.Kami sangat percaya terhadap penanganan KSOP Batam, akan selalu bijaksana dan adil dalam mengambil semua tanpa merugikan pihak nelayan.
4.Demikian pernyataan ini kami buat untuk disuarakan dan ada suatu keputusan yang pasti, terima kasih.
Heri Santoni selaku Ketua Ranting HNSI kapal Nongsa menjelaskan bahwa muatan Pelabuhan Tongkang Jupiter tersebut sebelumnya sudah jatuhan ke laut sejak tanggal 31 Desember 2025.
“Sehingga para nelayan tersebut tidak berani melakukan aktivitas di sekitar lokasi karena sangat berpotensi tertimpa muatan kapal Pelabuhan Tongkang Jupiter” Ujarnya
Selain itu, beliau meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk bertanggung jawab penuh atas rusaknya ruang lingkup penangkapan nelayan dan alat penangkapan nelayan, karena seperti yang kita ketahui, saat ini wilayah penangkapan nelayan di Batam sudah semakin sempit yang disebabkan oleh salah satunya reklamasi pantai, pemotongan lahan, yang berdampak mempengaruhi lingkungan ke wilayah penangkapan Nelayan.
Sebelumnya Kapal Tongkang Harbour Jupiter dikabarkan terlibat kejadian kecelakaan laut dengan MV. CMA CGM Niagara pada 25/12/25 lalu. Sehingga Kapal tersebut di dorong dan didamparkan ke kawasan penangkapan ikan di sekitar perairan pulau putri.
Keberadaan Pelabuhan Kapal Tongkang Jupiter di ruang lingkup penangkapan nelayan menyebabkan para nelayan tidak bisa beraktivitas dan menimbulkan kerusakan terhadap lingkungan kawasan penangkapan nelayan tradisional.
Disisi lain, Tim HNSI Ranting Nongsa telah melakukan beberapa kali upaya kordinasi dengan pihak pemilik kapal tersebut agar bertanggung jawab terhadap nelayan yang telah dirugikan.
Menurut informasi dari beberapa nelayan yang berada di lokasi, kapal tersebut sengaja didorong dan didamparkan ke kawasan penangkapan nelayan.
Hingga berita ini diterbitkan, Pelabuhan Tongkang Jupiter yang mengangkut kontainer tersebut masih terdampar di area penangkapan nelayan dan muatan Pelabuhan Tongkang Jupiter telah melaksanakan pengiriman muatan ke Tongkang lainnya.




