Warga Aceh di Batam Galang Bantuan untuk Korban Banjir dan Longsor

Perwakilan masyarakat Aceh di Batam bersama relawan dan pihak terkait berfoto bersama usai koordinasi penggalangan bantuan kemanusiaan untuk korban banjir dan longsor di Aceh, di Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh 2025.

Batam – Kegelisahan atas kondisi Aceh yang kembali dilanda bencana hidrometeorologi mendorong masyarakat Aceh di perantauan untuk bergerak. Di Batam, Kepulauan Riau, solidaritas warga Aceh menguat melalui penggalangan bantuan kemanusiaan bagi korban banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Tanah Serambi Mekkah, Rabu (17/12/2025).

Musibah banjir dan longsor yang terjadi pada 26 November lalu dipicu cuaca ekstrem berupa curah hujan tinggi, meluapnya sungai, serta pergerakan tanah di kawasan perbukitan. Bencana tersebut tidak hanya menghantam permukiman warga, tetapi juga memutus akses transportasi, merusak prasarana umum, dan melumpuhkan aktivitas ekonomi masyarakat Aceh.

Ketua Masyarakat Aceh di Batam, Juanda, menyampaikan keprihatinan mendalam atas bencana yang terus berulang menimpa Aceh. Menurutnya, kepedulian masyarakat Aceh, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, berakar pada ikatan batin yang kuat serta pengalaman panjang hidup berdampingan dengan bencana alam.

Ia menilai solidaritas masyarakat Aceh di Batam tercermin dari tingginya partisipasi dalam penggalangan bantuan kemanusiaan. Kesadaran untuk saling membantu muncul secara spontan setiap kali musibah melanda daerah asal.

Bantuan yang berhasil dihimpun berupa kebutuhan pokok dan perlengkapan mendesak bagi para pengungsi, antara lain bahan pangan, air minum, serta kebutuhan harian lainnya. Bantuan tersebut disalurkan ke wilayah terdampak, termasuk Aceh Tamiang dan Aceh Timur melalui jalur Medan, Sumatera Utara, serta ke Kabupaten Pidie melalui jalur Banda Aceh.

Bencana banjir dan longsor tidak hanya berdampak di Aceh, tetapi juga melanda wilayah Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Kerusakan dilaporkan terjadi secara luas, mulai dari ribuan rumah warga yang terendam, rusaknya prasarana umum dan fasilitas pelayanan publik, tempat ibadah yang terdampak, hingga terhentinya aktivitas pendidikan di sejumlah daerah.

Namun, dampak terparah tercatat di Aceh. Sedikitnya 18 kabupaten dan kota terdampak langsung banjir dan longsor. Akibatnya, sekitar 1,9 juta warga terpaksa mengungsi dan bertahan di tenda-tenda darurat dengan keterbatasan akses terhadap kebutuhan dasar, seperti pangan, air bersih, layanan kesehatan, dan sanitasi.

Masyarakat Aceh di Batam berharap bantuan yang disalurkan dapat membantu memenuhi kebutuhan mendesak para korban sekaligus menjadi penguat moral di tengah situasi darurat. Mereka juga mengajak seluruh elemen masyarakat, dunia usaha, serta pemerintah untuk memperkuat sinergi dalam penanganan darurat, mitigasi risiko bencana, dan percepatan pemulihan pascabencana banjir dan longsor di Aceh. (Reza)

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Sosial Media AMS
Dapatkan notifikasi berita terbaru dari amsnews.id dengan mengisi form berikut:

Mau bisnis makin dikenal? Yuk pasang iklan di sini!

Langsung kontak kami:

081372063300

error: Content is protected !!