IMM Kepri Desak Bongkar Mafia Pangan, PT Usaha Kiat Permata Diduga Oplos Beras dan Gula di Batam

IMG_8569

Amsnews.Id – Batam – Dugaan praktik pengoplosan beras dan gula oleh PT Usaha Kiat Permata di Sekupang, Kota Batam, Kepulauan Riau, memicu gelombang kritik keras dari Adhana Fadli Ketua DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Kepri. Skandal yang disebut sebagai kejahatan pangan yang terorganisir di Batam ini dianggap telah merusak kepercayaan masyarakat terhadap Kualitas pangan di Indonesia. 

Aktivis mahasiswa pemerhati kebijakan publik, Adhana Fadli menyebut bahwa kasus ini tidak boleh dipandang sebagai pelanggaran dagang biasa jika benar-benar terjadi.

“Ini adalah kejahatan ekonomi yang dijalankan dengan penuh kesadaran dan Terorganisir.,

Senin (22/9/2025).

Modus Oplosan Beras 

DPD IMM Berpendapat bahwa Pada Umumnya, modus pengoplosan yang dijalankan perusahaan biasanya berlangsung sistematis. Beras kualitas rendah dicampur dengan beras medium, lalu dikemas ulang dengan karung bermerek premium. 

Lalu, Dalam Proses Pengerjaan Biasanya Berpotensi terjadi Praktik Backing-membacking oleh Instansi Pemerintah ataupun Organisasi Tertentu. 

Siapa yang Membekingi?

Ketua IMM Adhanan Fadli mempertanyakan siapa yang memberi Perlindungan atas praktik ini. Mustahil sebuah perusahaan bisa bebas mengoplos dalam skala besar tanpa perlindungan dari oknum tertentu jika Memang benar hal itu terjadi.

“Kegiatan ini sangat Berpotensi sudah berlangsung lama. tapi tidak ada yang berani bertindak. Ini sudah jadi rahasia umum kalau ada yang membekingi jika memang benar Praktek itu terjadi,” ungkap Adhanan Fadli. 

Skandal ini bukan hanya soal Kecurangan dalam Bisnis di sektor Pangan, tapi menyangkut ketahanan pangan nasional. Indonesia tengah menghadapi lonjakan harga beras, sementara rakyat semakin sulit mendapatkan bahan pokok berkualitas.

“Kalau beras Oplosan Beredar, bagaimana rakyat bisa percaya pada pemerintah? Ini bukan sekadar pelanggaran dagang, tapi kejahatan kemanusiaan,” jelas Aldi.

Desakan Investigasi Nasional

Adhanan Fadli mendesak Presiden RI, Kementerian Perdagangan, dan Bareskrim Mabes Polri membentuk tim investigasi nasional. Ia menilai, kasus Batam bisa jadi pintu masuk untuk membongkar mafia pangan di berbagai daerah.

“Jika mafia pangan tidak dibongkar, rakyat akan terus jadi korban Keganasan Kapitalis,” tegasnya.

Peran Publik dan Media

Aktivis ini juga menyerukan agar publik dan media berperan aktif mengawasi kasus ini. Hanya dengan tekanan besar, mafia pangan bisa ditindak.

“Media jangan diam, publik jangan takut melapor. Identitas pelapor harus dilindungi. Kita tahu berhadapan dengan mafia pangan tidak mudah, tapi kalau semua bersatu, kebenaran pasti menang,” pungkasnya.

Mafia Pangan Adalah Pengkhianat Bangsa

Di akhir pernyataannya, Adhanan Fadli menegaskan bahwa mafia pangan adalah pengkhianat bangsa. Mereka rela menjual beras oplos demi keuntungan pribadi, dengan Mengorbankan Banyak Masyarakat.

“Praktik ini adalah pengkhianatan di tengah penderitaan rakyat. Kebenaran harus ditegakkan. Pelaku harus diseret ke meja hukum,” tutupnya.

Sumber: Cardovanews.com

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Sosial Media AMS
Dapatkan notifikasi berita terbaru dari amsnews.id dengan mengisi form berikut:

Mau bisnis makin dikenal? Yuk pasang iklan di sini!

Langsung kontak kami:

081372063300

error: Content is protected !!