Diduga Ada Penimbunan Limbah B3 di Pesisir Tanjung Uncang, Aparat Disebut Sudah Turun ke Lokasi

Gambar : Ilustrasi

Batam – Dugaan penimbunan limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) mencuat di kawasan pesisir Tanjung Uncang, Kecamatan Batu Aji, Kota Batam. Lokasi yang dimaksud berada di dekat area operasional PT Nanindah Mutiara Shipyard, kawasan industri setempat.

Informasi yang diperoleh dari sumber internal media ini menyebutkan, berdasarkan citra udara terlihat adanya timbunan material yang diduga bercampur serpihan besi dan sisa produksi. Material tersebut tampak tersebar di sepanjang akses jalan tanah menuju kawasan mangrove.

Sumber tersebut mengungkapkan, posisi timbunan material berada dekat dengan zona vegetasi bakau dan diduga telah memasuki area mangrove yang secara ekologis merupakan kawasan lindung. Secara visual, keberadaan timbunan dinilai tidak lazim untuk wilayah pesisir.

Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah material tersebut termasuk kategori limbah B3. Untuk memastikan kandungannya, diperlukan pengujian laboratorium oleh instansi berwenang.

“Perlu pengujian laboratorium untuk memastikan kandungannya,” ujar sumber tersebut.

Di lapangan, sejumlah warga terlihat mengumpulkan serpihan besi (scrap) yang diduga masih memiliki nilai ekonomis. Namun, muncul kekhawatiran potensi kontaminasi apabila material tersebut benar mengandung limbah B3 dan bersentuhan langsung dengan masyarakat.

Sementara itu, beredar informasi bahwa pihak perusahaan diduga meminta bantuan pengamanan kepada Polsek Batu Aji guna mencegah masyarakat mengambil potongan besi tersebut.

Saat dikonfirmasi, Kapolsek Batu Aji membantah adanya pengamanan terkait dugaan tersebut. Ia menyampaikan bahwa berdasarkan informasi yang diterimanya, personel dari Polairud Polda Kepri telah turun ke lokasi.

“Tidak ada pengamanan terkait hal tersebut. Informasi yang kami dapat, dari pihak Polairud Polda Kepri sudah turun ke lokasi. Info pastinya Polair di bagian apa saya belum terkonfirmasi lagi,” ujarnya saat dihubungi melalui telepon seluler.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Nanindah Mutiara Shipyard belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Demikian pula pihak Polairud Polda Kepri belum menyampaikan pernyataan lanjutan.

Redaksi membuka ruang hak jawab dan klarifikasi kepada seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan, serta akan terus menelusuri perkembangan terkait limbah B3 tersebut. (Red)

Baca Juga:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kunjungi Sosial Media AMS
Dapatkan notifikasi berita terbaru dari amsnews.id dengan mengisi form berikut:

Mau bisnis makin dikenal? Yuk pasang iklan di sini!

Langsung kontak kami:

081372063300

error: Content is protected !!