Batam – Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Kepulauan Riau (Kepri) bergerak cepat memperkuat kedaulatan pangan melalui percepatan hilirisasi. Dalam Focus Group Discussion (FGD) strategis di Auditorium Institut Teknologi Batam (ITEBA), Minggu (8/2), HKTI menekankan pentingnya Data Tunggal sebagai kunci transformasi sektor pangan.
Kegiatan yang menggandeng ITEBA ini bertujuan menggeser paradigma dari sekadar menjual bahan mentah menjadi produk olahan bernilai tambah tinggi.
Empat Langkah Strategis HKTI Kepri
Ketua Panitia Pelaksana, Dr. I Wayan Catra Yasa, menjelaskan bahwa FGD ini merumuskan empat poin krusial untuk memetakan potensi pangan di wilayah Batam, Bintan, dan Karimun (BBK):
• Pembangunan Database Komoditas: Validasi data petani serta pembudidaya ikan air tawar dan laut.
• Pemetaan Regional: Identifikasi kebijakan hilirisasi berbasis potensi lokal.
• Sinkronisasi Program: Integrasi data HKTI dengan sistem informasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
• Solusi Legalitas Lahan: Memberikan kepastian hukum bagi kelompok tani dan pembudidaya.
Membangun Ekosistem Digital dan Kesejahteraan Petani
Caretaker DPD HKTI Kepri, Budi Lesmana, menegaskan bahwa martabat petani hanya bisa diangkat melalui data yang kuat dan kepastian lahan.
”HKTI hadir untuk memastikan kebijakan berbasis data riil melalui sistem digital. Dengan kejelasan status lahan dan transformasi ke produk olahan, kita membangun ekosistem yang menjamin kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan,” ujar Budi.
Senada dengan hal tersebut, Wakil Gubernur sekaligus Ketua DPD HKTI Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, menyoroti pentingnya konektivitas antar-pulau. Ia mendorong sistem data real-time untuk menyeimbangkan pasokan dan permintaan di kawasan BBK.
Batam Sebagai Hub Distribusi Regional
Walikota Batam, Amsakar Ahmad, yang turut hadir dalam acara tersebut, memberikan dukungan penuh. Menurutnya, Batam memiliki posisi strategis untuk menjadi pusat pengolahan pangan.
”Hilirisasi adalah kunci. Batam harus menjadi hub pengolahan dan distribusi regional, di mana komoditas mentah diolah menjadi produk bernilai tambah sebelum dipasarkan,” tegas Amsakar.
Sinergi Pentahelix
Langkah besar ini didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang melibatkan:
• Pemerintah: Pemprov Kepri, Pemkot Batam, serta Pemkab Bintan dan Karimun.
• Akademisi: ITEBA dan Batam Tourism Polytechnic (BTP).
• Industri: PT Bintan Intan Gemilang dan PT Makmur Elok Graha (MEG).
• Masyarakat: Pengurus DPC HKTI, Poktan, dan Pokdakan se-Kota Batam.
Melalui kerja sama ini, DPD HKTI Kepri dan ITEBA berkomitmen menghapus kendala ketiadaan data tunggal yang selama ini menghambat perencanaan industri pengolahan pangan di Kepulauan Riau.
Reporter : Karman


